Langsung ke konten utama

GAPBLOG... NO....


GAPBLOG, NO...
 
Di zaman era teknologi yang serba digital ini, menuntut dan mendorong kita tuk melek teknologi atau bahasa kerenya ga gaptek, teknologi sangat erat kaitannya dengan dunia internet atau dunia maya,  rasanya ada sesuatu yang kurang ketika membicarakan dunia maya  kalu tidak membahas tentang blog, ibarat sayur tanpa garam hambar rasanya kalau kita tidak punya blog, apalagi kita seorang guru sebagai aset penggerak dan pencetak generasi masa depan yang diharapkan bisa menggantikan para pemimpin saat ini, yang notabene sedikit sekali pemimpin yang menggunakan amanahnya dengan benar yang seharusnya menjadi panutan ummat malah jadi bumerang, yang seharusnya mengurangi beban ummat malah menjadi beban bagi umat, yang seharusnya melayani malah maunya dilayani. di tengah-tengah krisis kepemimpinan dan degradasi moral ini kita bisa mermaksimalkan blog sebagai sarana memberikan aura positif bagi ummat dan bagi seorang guru blog biasa sebagai ajang inovasi dalam mengajar tidak monton dengan system pembelajaran yang jadul (jaman dulu).     
Realita yang terjadi ternyata masih banyak guru yang gaptek bahkan terjangkit penyakit TBC (Tidak Bisa Computer), padahal pendidikan dari hari ke hari terus berkembang. sebuah fakta baru dunia pendidikan yang saya baca di website to day bahwa ternyata 50 persen guru dan tenaga pengajar di Bali diketahui tidak bias mengoprasikan computer. Logikanya mengoprasikan computer saja tidak bias apalagi membuat blog. Dari sinilah muncul istilah baru yang dinamakan dengan Gapblog (gagap blog).
sebuah terobosan spektakuler bagi IGI Bekasi melirik sisi lain kebutuhan dari seorang guru yakni dengan digulirkannya program guru melek teknologi lebih husus pemenfaatan blog sebagai sarana pembelajaran dalam hal ini bekerjasama dengan Indosat. Ini sebuah langkah awal dalam mendobrak guru-guru yang terjangkit penyakit TBC dan gapblog. Guru dituntut tidak terjebak oleh rutinitas sehari-hari sebagai guru pergi pagi ngajar, pulang sore setelah itu tidak ada aktifitas lain, tapi diharapkan dengan pelatiahan blog dan Training of Trainer – ICT ini guru mampu memaksimalkan blog disamping untuk sarana pembelajaran juga sesuai dengan kebutuhan masing-masing.      
Guru yang Bloger, dua kata yang bersatu padu melahirkan propesionalitas seorang guru, ketika blog menjadi sebuah kebutuhan maka menulis bagi seorang guru adalah sebuah kebutuhan maka tidak heran kalau muncul sebuah istilah   “gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama, bloger mati meninggalkan tulisan” walaupun menulis bukan satu-satunya penentu bagus tidaknya sebuah blog, sangat menarik ketika bang Dedi Dwitagama menyampaikan materi tentang menulis dan mengelola blog secara kreatif. Guru melek Blog, YES. Guru GapBlog, NO. Semoga menjadi pencerahan bagi guru yang bloger.

Komentar