Idul Fitri menjadi tanda bahwa puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Tapi bukan berarti datangnya idul fitri ini disambut dengan makan-makan dan minum-minum yang tak jarang terkesan dipaksakan dan diada-adakan oleh sebagian keluarga. Kebiasaan seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna idul fitri sendiri, yang seharusnya dimaknai sebagai ‘ Kembalinya seseorang kepada fitrah asalnya yang suci ‘ sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim seorang ibu. dengan arti, bahwa kelahiran kembali ini berarti seorang muslim selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyamullailnya, dan ibadah-ibadah lainnya harus mampu kembali berislam secara kaafah, tanpa ada rasa iri hati, benci, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan. Idul Fitri berarti kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tid...