Bersepeda memang telah menjadi gaya hidup kaum urban saat ini. Selain
murah, bersepeda juga mudah untuk dilakukan. Ditambah dengan tingginya
kesadaran akan pentingnya olahraga, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menjadikan pengguna sepeda terutama kaum muda semakin bertambah dari
hari-kehari.
Saat ini bersepeda bukan hanya sebagai hobi diakhir minggu semata. Hal ini
terlihat dari mulai banyaknya komunitas pengguna sepeda di berbagai kota. Sebut
saja komunitas bike to work bike to campus, dan sebagainya.
Pasti banyak dari kalian yang bergabung dengan komunitas-komunitas tersebut
‘kan?
Ketika hidup harus terburu-buru, dan terjebak kemacetan saat menggunakan
kendaraan bermotor, mengendarai sepeda seakan-akan menawarkan sesuatu yang lain
kepada kita. Tetapi, bukan hanya itu saja manfaat yang kamu peroleh dari
bersepeda. Tanpa kamu sadari bersepeda mengajarkan kepadamu beberapa pelajaran
hidup berharga, berikut diantaranya.
1. Ternyata kita tidak
harus menunggu untuk memiliki sepeda terbaik untuk memulai perjalanan. Kita
dapat memulai dengan apa yang sudah dimiliki.
Kita tidak harus menunggu memiliki sepeda terbaik, sepatu, atapun baju
khusus ketika ingin mengayuh sepeda ke taman kota, atau ke kampus yang letaknya
beberapa kilometer dari rumah. Kita masih bisa melakukannya dengan sepeda yang
sudah kita miliki.
Begitu pula dalam hidup, kita tidak perlu menunggu memiliki semua kapasitas
yang diperlukan untuk meraih tujuan dalam hidup. Kita dapat memulainya
dengan kemampuan yang sudah dimiliki. Di sepanjang perjalanan meraih suatu
tujuan tersebut, kita pasti akan dengan sendirinya berusaha untuk memenuhi
kemampuan diri. Apa saja yang dibutuhkan agar pantas untuk memperoleh hal yang
kita inginkan.
2. Saat harus terjatuh
dari sepeda, jangan berkecil hati. Lebih sering kita terjatuh, akan membuat
kita lebih cepat untuk berdiri, dan mencapai tujuan.
Beberapa kali terjatuh dari sepeda pada saat pertama kali belajar
menaikinya memang menyakitkan. Tangan, dan kaki harus terbentur aspal, atau
lebih parah lagi berdarah. Karenanya, kita cenderung tidak suka terjatuh
dari sepeda.
Memilih untuk tidak pernah putus asa, dan terus mencobanya, mungkin akan
membuatmu justru terjatuh berkali-kali. Tetapi, lama-lama kamu akan bisa
menaikinya, dan mengayuh sepedamu kemanapun kamu mau. Kamu pun tidak jatuh, dan
tidak akan takut terjatuh lagi.
Ibaratnya, sepeda adalah sebuah kemampuan yang ingin kita kuasai didalam
hidup kita. Saat awal-awal mencoba mempelajarinya mungkin akan terasa sangat
berat, dan sulit. Pertama kali mencoba akan terasa sangat sulit, kedua masih
sulit, ketiga masih saja sulit. Kita jatuh menyerah, semangat lagi, jatuh lagi,
begitu terus-menerus. Mungkin baru yang ke-sepuluhribu kali percobaan untuk
menguasainya kita baru bisa mengatakan bahwa kemapuan itu telah kita miliki.
3. Mempersiapkan
berbagai hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan memang diperlukan. Tetapi,
terlalu fokus mencemaskannya justru akan membuat kayuhanmu terasa berat.
Memang tidak ada salahnya untuk membawa pompa, onderdil cadangan,
obat-obatan, bekal makanan, dan barang-barang tambahan lainnya ketika harus
berjaga-jaga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Tetapi, ketika kita
berpikiran bahwa semua barang tersebut mungkin akan kita butuhkan nanti
diperjalanan, ranselmu pun akan penuh. Akibatnya, bebanmu menjadi lebih berat,
dan kayuhanmu pun juga menjadi berat pula. Kamu membutuhkan waktu dua kali
lipat lebih lama ntuk mencapai tujuanmu.
Belajar dari pengalaman itu, pada perjalanan selanjutnya kamu hanya membawa
barang yang sangat penting, dan sangat diperlukan saja yang disesuaikan dengan
kemana tujuanmu. Hal ini mengajarkan padakita bahwa dalam menjalani hidup,
dengan melepaskan segala kecemasan tentang hal yang belum pasti terjadi dan
fokus pada tujuan, justru akan membuat kita lebih tenang dan ringan menjalani
semuanya.
4. Saat orang lain
ingin menyalip ditengah perjalanan. Bantu mereka untuk menyalip.
Saat bersepeda terkadang kita bertemu orang lain yang ingin menyalip.
Kemudian kita akan sedikit menepi, dan mempersilakan mereka untuk mendahului
kita. Setelahnya kita akan melemparkan senyum pada mereka, atau bertegur sapa
sekenanya.
Dalam kehidupan nyata, orang-orang dapat menyalipmu dalam berbagai hal.
Baik dalam hal karir, akademik, atau yang lainnya. Ketika orang lain ingin
menyalipmu — sama seperti yang kamu lakukan saat disalip orang lain diatas
sepeda, persilahkan mereka, bantu mereka menyalipmu, dan beri mereka apresiasi
atas keberhasilannya.
Hal tersebut kita lakukan karena kita tidak pernah benar-benar mengetahui
kemana arah tujuan orang lain. Bisa jadi tujuan mereka lebih jauh dibadingkan
kita, atau bisa jadi waktu yang dimilikinya tidak sebanyak yang kita miliki.
Itu sebabnya mereka harus lebih cepat darimu. Jangan berkecil hati karena kamu
disalip. Tetap fokuspada tujuanmu dan usaha yang kamu berikan untuk mencapai
tujuanmu sendiri.
5. Kita teryata tidak
akan selalu merasa sangat kuat untuk melalui perjalanan dengan sepeda. Yang
dapat dilakukan adalah belajar memahami dan mengelola semua perasaan yang
muncul.
Pada saat bersepeda, kita ternyata tidak selalu merasa sangat kuat
untuk melalui rute untuk sampai ke tujuan kita. Saat merasa sangat kuat kita
akan terus mengayuh pedal dengan sangat kuat dan semangat. Sebaliknya, saat
merasa tidak kuat maka kita akan memilih beristirahat sejenak di tepi jalan, di
taman, dimanapun sebelum melanjutkan perjalanan. Kita tidak
mempermasalahkannya, malah kita menikmatinya.
Untuk mencapai suatu tujuan didalam hidup kita, apapun itu, terkadang kita
merasa sangat bersemangat dalam mengeksekusi langkah-langkah yang harus kita
ambil untuk menuju ke sana. Namun, ada pula saat dimana merasa semangat kita
sangat rendah. Tidak apa, berhenti sejenak dan menikmati proses sambil mengumpulkan
semangat untuk kemudian melanjutkan perjalanan, dan tidak ada yang salah dengan
hal itu.
6. Mencemaskan
berbagai hal yang ingin dihindari, justru akan membawa kita kesana, bukan ke
tujuan yang sudah kita tetapkan.
Saat kita terlalu takut menabrak pohon, batu, atau ditabrak kendaraan
bermotor. Justru kita akan benar-benar mengalaminya. Atau seperti saat kamu
menaiki sepedamu, dan harus melewati jembatan kayu yang kecil ditengah
perjalanan. Jika kita melihat pada jembatan kayu, dan dengan hati-hati
melaluinya, kita akan berhasil melaluinya dengan aman. Tetapi, jika kita
melihat kearah bawah dimana batuan kali siap menanti dibawah, maka kamu akan
memiliki peluang lebih besar untuk terjatuh.
Kita akan berjalan kearah mana fokus kita. Seperti itu juga didalam hidup,
jangan terfokus untuk mencemaskan berbagai hal yang tidak ingin terjadi didalam
hidup. Tetapi, fokuslah kearah mana kita harus melangkah. Jika kita fokus pada
kegagalan yang mungkin saja ditemui maka kita akan menemui kegagalan tersebut.
7. Melalui jalur yang
salah tidak selalu berarti hal yang buruk. Perjalanan yang lebih panjang,
pemandangan baru, jalur baru, dan tentu saja pengalaman baru menunggumu.
Akan ada waktu dimana kita harus melalui jalur yang salah. Mungkin kamu
merasa tidak menyukainya, tetapi itu semua ternyata berubah seiring ketika cara
pandang kita terhadapnya berubah. Perjalanan yang lebih panjang dari yang
seharusnya mungkin akan terdengar menyebalkan. Tetapi, pemandangan yang baru,
jalur yang baru, dan tentu saja pengalaman baru yang belum pernah kita temui
sebelumnya telah menunggu untuk kita taklukan.
Begitu pula dalam hidup, sesekali kamu akan merasa harus melalui jalur yang
berbeda, yang mungkin lebih berkelok dan terjal dibandingkan dengan teman-teman
seperjalananmu. Tidak masalah, pasti ada pelajaran berharga yang bisa kamu
dapatkan, dan pastinya pengalaman baru yang harus kita taklukan.
8. Terkadang ada
bagian dari sepeda yang harus diganti atau dilepaskan agar kayuhanmu terasa
lebih ringan dan mudah.
Saat dalam perjalanan, mendengar suara pedal yang mengganggu, gear yang
tidak dapat disesuaikan, atau ban yang bocor adalah sesuatu yang mengganggu.
Kita akan berhenti sebentar untuk memperbaikinya, mengganti, ataupun melepas
komponen-komponen yang dianggap menganggu perjalanan. Agar perjalanan kita
lebih mudah dan nyaman untuk dilakukan kedepannya.
Bila diibaratkan, komponen-komponen tersebut diibaratkan sebagai
sebuah pekerjaan, pendidikan, hubungan, atau hal-hal penting yang
berhubungan dengan hidupmu. Terkadang kita harus berhenti untuk kemudian
memperbaiki, mengganti, ataupun melepaskannya agar perjalanan hidupmu untuk
sampai ketujuan terasa lebih mudah dan nyaman.
Nah, itu tadi beberapa pelajaran hidup yang tanpa sadar telah kamu pelajari
saat menghabiskan waktu bersama sepedamu. Seiring dengan berjalannya waktu
mungkin kamu akan lebih banyak menemukan pelajaran-palajaran hidup lainnya pada
setiap kayuhanmu.
BY : ULFIA RAMADHIYAHTI /www.hipwee.com

Komentar