Ramadhan adalah anugerah terindah Sang Pemilik jagat raya Allah 'Azza wa Jalla kepada umat Islam yang beriman. Di dalamnya sarat dengan berbagai kemuliaan yang menggiurkan. Allah 'Azza wa Jalla menjamin pengampunan terhadap dosa, dijauhkan dari api neraka, ibadah sunnah diganjar sebagaimana amalan wajib dan ibadah wajib dilipatgandakan pahalanya, serta segudang keutamaan lainnya.
Puncak kemuliaan Ramadhan ada pada satu malam yang seluruh umat Muslim yang beriman di dunia merindukan dan memburunya. Malam berlimpah kebaikan dan keberkahan yang dalam Al Qur'an disebutkan lebih baik dari seribu bulan Itulah Lailatul Qodar.
Keagungan dan kemuliaan lailatul qodar ini sangat luar biasa sehingga Allah khususkan dalam sebuah surat Al Qur'an yakini surat Al Qodar.
Allah SWT, berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
lalu apa yang menyebabkan begitu mulianya lailatul Qodar? Sehingga banyak kaum Muslimin yang beriman memburunya.
Ada beberapa sebab di antaranya :
1. Malam Turunnya Al Qur'an
Allah SWT. Berfirman :
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan" (QS. Al Qodr :1)
Salah satu keutamaan lailatul qadar yaitu di malam tersebut Allah menurunkan Alquran. Tidak diragukan lagi Alquran kitab suci paling mulia dan terjaga dari kemurniannya sehingga menjadi kitab yang abadi. Bahkan keabadiaannya telah dijamin oleh Allah sampai hari Kiamat.
2. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Allah SWT. Berfirman :
"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan" (QS. Al Qadr :2- 3)
Lailatul qadar adalah malam terpenting yang terjadi pada bulan Ramadan dan disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Para ulama berpendapat bahwa siapa pun yang beramal saleh pada malam qadar, maka dirinya memperoleh pahala setara dengan melakukannya selama seribu bulan.
Syekh Abdul Halim Mahmud, berpendapat "Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia. Lailatul qadar (alfu syahrin) lebih baik dari umur manusia; dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Intinya, lailatul qadar lebih baik dari (usia) zaman."
3. Turunnya Para Malaikat
Allah SWT. Berfirman :
"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan" (QS. Al Qadr : 4)
Keutamaan lailatul qadar lainnya yaitu para Malaikat turun ke bumi. Menurut Al-Imam Al-Qurthubi, setiap lapis langit dari sidratul muntaha, para malaikat turun ke bumi untuk mengaminkan doa-doa umat Islam yang dipanjatkan di malam itu sampai terbit fajar.
4. Keselamatan
Masih lanjutan dari penjelasan QS Al-Qadr, Allah SWT. Berfirman :
" Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Di malam Qadr Allah tidak menetapkan sesuatu melainkan hanya keselamatan yang menyertai hingga terbit fajar atau waktu subuh. Maksudnya adalah bahwa malam itu berarti setan tidak bisa melakukan perbuatan jahat dan keburukan.
5. Istimewa bagi Umat Muhammad SAW
Keistimewaan lailatul qadar ini hanya berlaku bagi golongan pengikut nabi Muhammad SAW, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al-Imam Malik dalam kitabnya Al-Muwaththa :
"Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang relatif panjang sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan." (HR. Malik)
Memburu sesuatu yang mulia itu tidak mungkin didapatkan begitu saja dengan cuma-cuma tentunya dapat digapai dengan sungguh sungguh (jiddiyah) melakukan amalan terbaik dan mulia juga terutama di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Para ulama sepakat bahwa turunya lailatul qodar itu di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana dalam sebuah hadits dijelaskan : Carilah Lailatul Qodar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan (HR. Bukhori)
Hendaknya seorang Muslim dalam menggapai kemuliaan lailatul Qodar di sepuluh hari terakhir Ramadhan ini melakukan amalan yang sudah dicontohkan Rasulullah, seperti memperbanyak dzikir dan do'a, shalat malam, sedekah dan membaca Al Qur'an, Sebagaimana diceritakan oleh 'aisyah dalam sebuah hadits :
كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
Semoga kita mendapatkan keutamaan Lailatul Qodar dan Allah mudahkan jalan untuk menggapainya. Aamiin

Komentar