Firman Allah SWT :
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
Artinya :“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, ‘alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS. Al-Ahzab 33: 66)
Penyesalan memang selalu terlambat datangnya, penyesalan dalam hidup merupakan cara terbaik untuk memperbaiki diri, sebesar apapun itu, bergegaslah untuk bertaubat dan memohon ampunan-Nya.
Sesungguhnya setiap hamba pasti pernah melakukan kemaksiatan dimasa lalu, perbuatan maksiat yang menimbulkan penyesalan. Bila hal tersebut tidak segera diperbaiki dengan kesungguhan bertaubat pasti akan menyesalinya sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran .
Firman Allah SWT :
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ
Artinya :“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, ‘Duhai, alangkah baiknya andaikan tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).‘” (QS. Al-Haqqah 69: 25)
يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ
Artinya “Duhai, andaikan kematian itu menyelesaikan segala sesuatu.” (QS. Al-Haqqah 69: 27)
مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ
Artinya : “Hartaku tidak memberi manfaat kepadaku sama sekali.” (QS. Al-Haqqah 69: 28)
هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيهْ
Artinya “Telah hilang kekuasaanku dariku.” (QS. Al-Haqqah 69: 29)
Apapun yang terjadi dimasa lalu, itu telah terjadi tidak mungkin terulang lagi. Kalaulah tidak dapat menorehkan sejarah kebaikan sebagai amal shalih saat itu, bertaubatlah segera, tinggalkan perbuatan buruk, raihlah keampunan-Nya.
Firman Allah :
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
Artinya : “Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini”. (QS. Al-Fajr 89: 24)
Itulah sederet penyesalan manusia pada hari akhir, yang tidak mampu membuat waktu berjalan mundur, semua terlambat sudah.Menyesali diri, perbaiki diri sebelum penyesalan tidak lagi berguna.
Sabda Rasulullah SAW :
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم بمنكبي فقال : كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل ] وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول : إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك رواه البخاري
Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang pundakku seraya bersabda, “Jadilah di dunia ini layaknya orang asing atau pengembara.”
Lalu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika engkau berada pada waktu sore maka jangan menunggu hingga pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhari)
Kemudian menyesali saat dimasa lalu orang-orang buruk akhlaknya menjadi teman akrab, selalu berbagi cerita, bermaksiat bersama serta saling tolong menolong dalam keburukan.
Firman Allah :
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً
Artinya :“Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan sidia itu teman akrab-(ku).” (QS. Al-Furqan 25: 28 )
Firman Allah SWT :
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
Artinya : “Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan 25: 29)
Sesungguhnya penyesalan itu datang disaat dibukakan buku catatan dalam lembaran-lembaran perjalanan semasa hidup kita.
Bila tiba saatnya kelak, di mana lisan tak kuasa lagi bicara, tak mampu memungkiri kejahatan yang dilakukan sekujur tubuhnya.
Dan seluruh tubuh tak lagi berpihak pada keinginan manusia, tapi menurut dan taat kepada perintah Rabbnya.
Allah Subhana WaTa’ala berfirman,
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦۵)
Artinya : “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan”.(QS Yasin 36 :65)
Ibnu Katsier rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini, “ Ini adalah kondisi orang-orang kafir dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka mengingkari perilaku buruk yang mereka lakukan di dunia serta bersumpah dengan apa yang telah mereka lakukan. Lalu Allah menutup lisan-lisan mereka, sedangkan anggota tubuh mereka berbicara tentang apa yang sudah mereka perbuat.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Suatu kali kami berada di sisi Rasulullah lalu tiba-tiba beliau tertawa, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa yang menyebabkan aku tertawa?” Kami menjawab, “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Lalu beliau bersabda,
مِنْ مُخَاطَبَةِ الْعَبْدِ رَبَّهُ يَقُولُ يَا رَبِّ أَلَمْ تُجِرْنِي مِنْ الظُّلْمِ قَالَ يَقُولُ بَلَى قَالَ فَيَقُولُ فَإِنِّي لَا أُجِيزُ عَلَى نَفْسِي إِلَّا شَاهِدًا مِنِّي قَالَ فَيَقُولُ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ شَهِيدًا وَبِالْكِرَامِ الْكَاتِبِينَ شُهُودًا
Artinya : “Aku tertawa karena ada percakapan hamba terhadap Rabbnya, hamba itu berkata, “Wahai Rabbku! Bukankah engkau akan menjatuhkan hukuman kepadaku lantaran kedzaliman? Allah menjawab, “Ya tentu.” Rasul melanjutkan sabdanya, lalu hamba itu berkata, “Kalau begitu aku tidak mau diberi sangsi kecuali ada saksi dari diriku sendiri, lalu Allah berfirman,
“Cukuplah dirimu pada hari ini menjadi saksi atas dirimu sendiri, dan para Malaikat pencatat juga menjadi saksi.”Lalu dikuncilah mulutnya kemudian dikatakan kepada anggota-anggota badannya, bicaralah kamu! Lalu anggota-anggota badan itu menceritakan tentang amal perbuatannya. Kemudian ketika dia dibebaskan dan bisa bicara lagi, ia berkata, “Celakalah kalian, padahal untuk kalianlah aku membela dan membantah.” (HR Muslim)
Sungguh jadikanlah penyesalan diri jalan menuju ampunan-Nya, jangan sampai maut menjemput, sementara waktu yang demikian panjang tersia-siakan dari ampunan-Nya. Akhir perjalanan yang buruk.

Komentar